Fenomena tersebut diperkirakan menyebabkan peningkatan suhu udara di sejumlah daerah serta berkurangnya curah hujan dalam periode yang cukup panjang.
BMKG memprediksi puncak kemarau di Indonesia terjadi pada Juli-September 2026, diharapkan seluruh Masyarakat dapat mengambil Tindakan antisipasi guna menekan risiko kerugian akibat el nino 2026.
“BMKG secara aktif berkomunikasi, berkoordinasi, serta melakukan pendampingan kepada pemangku kepentingan di tingkat daerah, bagaimana cara memitigasi serta beradaptasi terkait dengan kondisi iklim yang terjadi saat ini,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa 30 Juni 2026.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar mempersiapkan langkah antisipasi sejak dini menghadapi kemarau.
Langkah tersebut utamanya terkait ketersediaan air, potensi kekeringan, dan kebakaran hutan/lahan.

*
Mahasiswa Program Magang
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: