Lima Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Klaim Materi Sebatas Senam dan Jalan Kaki

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Sabtu, 27 Juni 2026, 11:41 WIB
Lima Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Klaim Materi Sebatas Senam dan Jalan Kaki
Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan. (istimewa)
rmol news logo Kematian lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa (Kopdes) memicu sorotan terhadap materi pelatihan yang dijalani. 

Pasalnya, hingga tahap tersebut peserta disebut baru mengikuti latihan fisik dasar, seperti senam, jalan kaki, peraturan baris-berbaris (PBB), dan Peraturan Penghormatan Militer (PPM).

Fakta tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan (Kemhan) saat memberikan penjelasan mengenai rangkaian latihan bela negara bagi peserta SPPI untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan mengatakan, latihan yang dijalani peserta saat ini belum memasuki kegiatan fisik berat maupun pendidikan militer.

"Proses latihan ini tahap pertama adalah penanaman disiplin atau nation building melalui bela negara. Kegiatan fisiknya adalah senam, kemudian jalan, PBB dan PPM. Jadi belum ada kegiatan yang merupakan kegiatan fisik berat," kata Ketut dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurut Ketut, seluruh materi diberikan secara bertahap. Setelah pembentukan karakter melalui bela negara, peserta baru akan mengikuti materi manajerial yang berkaitan dengan pengelolaan koperasi desa dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Ia menegaskan, program tersebut tidak bertujuan mencetak prajurit ataupun kader militer. Latihan bela negara hanya ditujukan membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, hingga kemampuan bekerja di bawah tekanan bagi calon pengelola koperasi.

Sebelumnya, Kemhan mengonfirmasi lima peserta SPPI meninggal dunia selama mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, masing-masing korban memiliki kondisi medis yang berbeda, di antaranya henti jantung, gangguan pernapasan, hingga infeksi paru. Sebelumnya, Kemhan juga menyebut salah satu peserta meninggal akibat heat stroke. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA