Prabowo Ditemani Gibran Hadiri Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Jumat, 26 Juni 2026, 16:34 WIB
Prabowo Ditemani Gibran Hadiri Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat, 26 Juni 2026. 

Kepala Negara tiba di lokasi didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Di belakang rombongan presiden tampak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. 

Prabowo juga menyempatkan diri menyapa sejumlah pejabat yang telah hadir, di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Pratikno, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan pembacaan doa. 

Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, peneliti, dan masyarakat untuk membahas arah pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Dalam laporannya, Mendikti Saintek Brian Yuliarto lebih dari 2.600 peserta mengikuti Saresehan KSTI. Mereka terdiri atas 219 Rektor, 44 Direktur Perguruan Tinggi fokasi, 6 Ketua Perguruan Tinggi, 1.596 dosen ilmuwan serta para peneliti, termasuk dari BRIN sejumlah 300 peneliti, kemudian lebih dari 635 Mitra Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi.

Brian menjelaskan, KSTI pertama kali digelar pada 2025 di Kampus ITB atas inisiatif Presiden Prabowo. Karena itu, sarasehan tahun ini menjadi kelanjutan dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat agar ilmu pengetahuan dapat menjadi fondasi utama pembangunan bangsa. 

“Sarasehan yang diadakan pada hari ini merupakan rangkaian dari program KSTI tahun 2026 dengan tujuan menguatkan kolaborasi antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Industri dan Masyarakat agar ilmu pengetahuan benar-benar menjadi kekuatan dalam pembangunan bangsa,” jelasnya.

Mengusung tema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia, forum tersebut membahas tujuh sektor prioritas, yakni ekonomi dan keuangan, pertanian, energi, hilirisasi dan industri, kelautan dan perikanan, ketahanan pangan, serta pendidikan. 

Berbagai isu mulai dari penguatan daya beli masyarakat, swasembada pangan, pengembangan energi baru dan terbarukan, hingga peningkatan kualitas pendidikan menjadi fokus pembahasan untuk mendukung target pembangunan nasional.

“Dalam semangat tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi bersama seluruh kampus memperkuat peran Perguruan Tinggi sebagai mitra strategis pemerintahan,” tegas Brian.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA