Komisi I DPR Minta Latsarmil Peserta SPPI KDKMP dan KNMP Dievaluasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Rabu, 24 Juni 2026, 14:54 WIB
Komisi I DPR Minta Latsarmil Peserta SPPI KDKMP dan KNMP Dievaluasi
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP TB Hasanuddin. /RMOL Faisal Aristama
rmol news logo Komisi I DPR RI meminta program pelatihan latihan dasar militer (Latsarmil) untuk peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), agar dievaluasi. 

Meskipun, dua peserta SPPI calon manajer KDKMP dan KNMP yang dilaporkan meninggal dunia saat Latsarmil diketahui karena sakit heat stroke. 

Demikian disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP TB Hasanuddin merespons insiden meninggalnya dua peserta SPPI calon manajer Kopdes Merah Putih. 

“Iya, satu karena sakit, yang kedua karena heat stroke ya. Jadi kalau menurut hemat saya harus dievaluasi,” kata TB Hasanuddin kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut TB Hasanuddin, para calon peserta yang ikut pelatihan harus dicek terlebih dahulu kesehatannya dengan baik. 

“Sehingga, mereka yang masuk kegiatan itu siap untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan fisik dalam suasana yang panas sekalipun,” kata Legislator PDIP ini.

Adapun, mengenai alasan pemerintah memberlakukan Latsarmil kepada para peserta SPPI calon manajer KDKMP dan KNMP, TB Hasanuddin mengaku tidak tahu persis latar belakangnya.

“Iya, saya belum tahu materi pelajarannya. Ya, belum tahu itu. Nanti kita tanyakan, apakah itu hanya sebagian kecil, baris-berbaris, pakai helm dan sebagainya, lalu bawa senjata, nembak dan sebagainya, ya, atau, atau hanya itu. Jadi kita harus cek dulu, ya. Saya belum dapat informasi,” tuturnya. 

Namun begitu, TB Hasanuddin menilai jika para peserta hanya latihan baris-berbaris wajar-wajar saja. Meskipun, yang jauh lebih penting adalah belajar manajerial koperasi.

“Menurut hemat saya, ya belajar baris sih boleh-boleh saja untuk tata tertib ketika mau belajar. Tapi yang paling penting adalah belajar memanage koperasi, itu yang paling penting,” katanya.

Ditanya lebih jauh mengenai apakah perlu dihentikan Latsarmil bagi para peserta SPPI calon manajer KDKMP dan KNMP, TB Hasanuddin menilai muatan materinya harus dievaluasi. 

“Kalau dihentikan saya kira tujuannya sebaik ya, melatih mereka menjadi manajer di sebuah koperasi desa. Ya mungkin materinya sajalah, ya. Materinya saja. Kemiliteran dalam konteks seperti militer, latihan menembak, kemudian baris-berbaris, panas-panasan, ya dikurangi. Lebih baik diberikan ya pelatihan tentang manajemen sebuah koperasi,“ pungkasnya. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA