Nama Kiai Afifuddin Muhajir disebut sebagai salah satu figur yang dinilai layak memimpin. Wakil Rais Aam PBNU tersebut dinilai memiliki kapasitas kuat untuk menjadi Rais ‘Aam PBNU.
"Kiai Afif adalah seorang
faqih dan
ushuli yang luar biasa. Beliau ahli teks (
nash) dan konteks (
siyaq), serta piawai merumuskan hukum Islam dalam bingkai
fiqh siyasah,” kata Ketum DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Abdul Aziz dikutip dari
Kantor Berita RMOLJatim, Jumat, 27 Maret 2026.
Aziz menyampaikan penilaian itu setelah bersilaturahmi ke kediaman Kiai Afif di Gondanglegi, Kabupaten Malang. Menurutnya, pemikiran Kiai Afif banyak menjadi rujukan di lingkungan NU, terutama dalam merumuskan pandangan keagamaan yang moderat dan selaras dengan konteks keindonesiaan.
Ia juga mengaku terkesan dengan kesederhanaan Kiai Afif saat menerima tamu.
“Sikap beliau sangat lembut dan bersahaja. Kami duduk lesehan dan beliau bahkan menyuguhkan sendiri minuman,” katanya.
Dalam pertemuan itu, keduanya juga membahas persiapan Muktamar ke-35 NU yang akan didahului Munas Alim Ulama dan Konbes NU pada April 2026. Saat ditanya mengenai kandidat Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, Kiai Afif menjawab santai.
“Kalau Mas Aziz tidak tahu, coba bertanya pada rumput yang bergoyang,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Aziz, Kiai Afif juga berharap Muktamar NU berlangsung bersih tanpa praktik politik uang, serta memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak dan integritas.
“Melihat keilmuan dan integritasnya, saya menilai Kiai Afif sangat layak dipertimbangkan menjadi Rais Aam PBNU,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: