"Serangan balasan Iran bahkan menyebabkan Kapal Perang Induk AS terbakar dan kabur menjauh dari arena pertarungan," kata analis politik Saiful Huda Ems dalam keterangannya, Jumat 27 Maret 2026.
Dengan kondisi tersebut, menurut Saiful, sangat mengherankan apabila Presiden AS Donald Trump malah memaksa Iran untuk mengaku kalah.
"Apa karena AS dan Israel sudah tidak tahan lagi menghadapi gempuran balasan dari Iran, hingga mereka stres, nggak mau mengakui kalah dan malah meminta Iran yang duluan mengaku kalah perang," kata Saiful.
Hebatnya lagi, kata Saiful, Iran sampai hari ini masih tidak mau meminta bantuan ke negara sekutunya, baik China, Rusia maupun Korea Utara.
"Sebaliknya, AS dan Israel masih terus menerus memaksa dan menekan negara-negara sekutunya untuk membantu menghadapi Iran," kata Saiful.
Hal tersebut, lanjut Saiful, sudah menjadi bukti bahwa Iran masih perkasa. Sedangkan AS serta Israel sudah keteteran menghadapi Iran.
"Yang lucu lagi saat Donald Trump bolak-balik mengatakan sudah melakukan pembicaraan dengan pemimpin Iran, bahwa Iran sudah menyetujui deeskalasi perang, serta mau menuruti kemauan Donald Trump," kata Saiful.
"Namun hal itu dibalas oleh Iran, bahwa tidak ada dari pihaknya yang sudah melakukan pembicaraan dengan AS," sambungnya.
BERITA TERKAIT: