Menurut Menag, potensi dai Indonesia saat ini mendapat perhatian dari luar negeri. Namun, peluang tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan karena keterbatasan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.
“Kita usulkan mungkin nanti ke depan kita sudah waktunya go public. Audisi-audisi yang berbahasa Inggris atau paling tidak dikombinasikan,” ungkapnya, Jumat, 20 Maret 2026.
Selain itu, Ia menilai gaya dakwah dai Indonesia memiliki keunggulan tersendiri yang menjadi daya tarik global. Pendekatan yang digunakan dinilai lebih menyejukkan dan inklusif.
“Sekarang orang mencari penceramah dari Indonesia. Gaya dakwahnya penceramah Indonesia itu tidak menyerang orang, tidak menyalahkan orang, tidak men-justice, tetapi memberikan sugesti, memberikan energi, memberikan semangat yang luar biasa. Dan ini yang kita butuhkan di masa depan,” katanya.
Menag menjelaskan konsep Islam moderat yang menjadi pendekatan Kementerian Agama. Menurutnya, moderasi beragama tidak berarti menyamakan semua perbedaan, melainkan mengelola keberagaman secara harmonis.
“Kita terbiasa berbeda pendapat karena konfigurasi kita juga sangat indah. Karena saya mohon betul seluruh warga Indonesia, mari kita berani berpikir lain, mari kita berprestasi, sebab kompetisi di tingkat internasional itu luar biasa,” tutup Menag.
BERITA TERKAIT: