Purbaya secara tegas membantah kekhawatiran bahwa Indonesia akan memasuki masa resesi. Ia memastikan kondisi ekonomi nasional masih berada dalam fase ekspansi.
“Jangankan krisis, resesi saja belum. Melambat saja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi,” kata Purbaya kepada wartawan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin 9 Maret 2026.
Menurutnya, pelemahan rupiah juga dipengaruhi sentimen pasar yang muncul akibat pernyataan sebagian ekonom yang menilai Indonesia berpotensi mengalami resesi seperti krisis 1997?"1998.
“Rupiah Rp17.000 karena sebagian ekonom bilang katanya kita lagi resesi, seperti 97-98 lagi. Begitulah, daya beli sudah hancur,” ujar Purbaya.
Purbaya juga meminta investor pasar saham tidak panik karena fondasi ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat. Ia menegaskan pemerintah telah memiliki pengalaman menghadapi berbagai krisis ekonomi global.
Ia mencontohkan, saat krisis keuangan global 2008, perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh positif meskipun banyak negara mengalami kontraksi.
“Jadi teman-teman tidak perlu takut, kita punya pengalaman memitigasi... yang jelas dengan pengalaman 97-98, 2008 dan 2020 kita bisa mengatasi pertumbuhan ekonominya,” pungkas Purbaya.
BERITA TERKAIT: