Purbaya menduga isu tersebut diembuskan oleh pihak yang tidak suka dengan rencana penarikan pejabat tersebut ke jajaran manajemen Kemenkeu.
"Ini ada beberapa kalangan sengaja mengembus-embuskan karena pejabat itu akan saya tarik ke dalam manajemen Kemenkeu, tetapi sepertinya ada yang enggak setuju. Kita akan lihat
case-nya seperti apa," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Di sisi lain, Purbaya sudah tahu ada pihak yang melaporkan dugaan gratifikasi RLM berupa satu unit mobil mewah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Untuk memastikan informasi tersebut, Bendahara Negara ini mengaku akan berkomunikasi langsung dengan pihak KPK.
"Nanti saya telepon, diskusi dengan KPK. Kami akan lihat pejabat secara
fair. Betul enggak seperti itu (menerima gratifikasi)," imbuhnya.
KPK sebelumnya menyebut ada laporan masyarakat terkait dugaan gratifikasi mobil mewah jenis Alphard menyeret RLM dari pihak swasta.
"Kami memastikan setiap aduan akan ditindaklanjuti dengan memverifikasi validitas informasi dan data yang disampaikan," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Sabtu, 14 Februari 2026.
BERITA TERKAIT: