Megawati memerintahkan transformasi peran kader untuk menjadi 'Pandu Ibu Pertiwi' yang bertugas menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian ekologi.
Menurutnya, identitas sebagai kader PDIP itu sejatinya bukan sekadar mengenakan atribut partai. Harus ada tanggung jawab sejarah dalam setiap langkah politik yang diambil oleh para anggotanya.
"Kader PDI Perjuangan harus menjadi Pandu Ibu Pertiwi. Pandu adalah penunjuk jalan. Pandu adalah penjaga arah," tegas Megawati di hadapan ribuan peserta Rakernas I PDIP, di Ancol, Jakarta Utara, dikutip Minggu 11 Januari 2026.
Presiden ke-5 RI itu menambahkan bahwa kader banteng juga harus menjadi sosok yang "berjalan paling depan saat jalan gelap, dan paling belakang saat rakyat harus dilindungi".
Instruksi Megawati juga dibarengi dengan peringatan keras mengenai etika dan moralitas dalam berpolitik. Ia melarang keras kader partai menjadi bagian dari sistem yang merusak alam demi kepentingan sesaat.
"Kader tidak boleh menjadi bagian dari kerusakan alam dan penderitaan rakyat," tegasnya.
BERITA TERKAIT: