Demikian antara lain disampaikan Bupati Cirebon, Imron saat menghadiri peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Kabupaten Cirebon di Stadion Ranggajati Sumber, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 3 Januari 2026.
Imron menegaskan, Kemenag tidak boleh sekadar sibuk dengan urusan ritual, melainkan harus tampil sebagai garda terdepan dalam membina masyarakat sekaligus menjaga kerukunan umat beragama.
“Kiprah Kemenag harus semakin kuat, membimbing masyarakat dengan wawasan keagamaan yang luas,” ujarnya dikutip dari
Kantor Berita RMOLJabar, Minggu, 4 Januari 2026.
Imron menyoroti aparatur Kemenag dituntut memiliki pemahaman keilmuan yang kokoh agar mampu menjadikan perbedaan sebagai perekat persatuan. Menurutnya, penyuluh agama tidak cukup hanya menyampaikan ceramah normatif, tetapi harus hadir dengan gagasan segar yang relevan dengan tantangan zaman.
“Dengan pemahaman yang tepat, tokoh agama bisa menjadi penentu arah masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, Imron mengangkat isu yang jarang disentuh dalam dakwah, kepedulian terhadap lingkungan. Ia menekankan bahwa ajaran agama bukan hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama dan alam.
“Al Quran jelas melarang merusak lingkungan. Ini harus ditafsirkan dan disampaikan agar masyarakat benar-benar mengerti,” katanya.
Pesan ini menjadi kritik halus sekaligus dorongan agar Kemenag berani masuk ke ranah isu-isu aktual yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Imron menegaskan pentingnya dakwah berbasis ilmu yang berkelanjutan, sehingga pemahaman masyarakat tumbuh menjadi budaya.
“Kalau sudah jadi budaya, sejak anak-anak pun akan paham dan melaksanakannya. Inilah peran strategis Kemenag dalam membangun masyarakat religius sekaligus peduli lingkungan,” tutupnya.
BERITA TERKAIT: