Di sela agenda peninjauan, Presiden meluangkan waktu menunaikan Salat Jumat bersama para pengungsi di Masjid Besar Al-Abrar, Takengon, yang kini juga menjadi titik berkumpul warga sejak bencana terjadi.
Meski kondisi serba terbatas, Prabowo tampak mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk di tengah para penyintas bencana.
Usai Salat Jumat, Prabowo menyapa warga dan berdialog mengenai kondisi mereka setelah musibah melanda. Warga bernama Raodah menyampaikan kondisi darurat yang dialami masyarakat Aceh Tengah.
“Kami sangat membutuhkan logistik pak sangat sangat membutuhkan, kekurangan air bersih, listrik, hingga telkomsel pak kita tidak ada jaringan sinyal hp nggak ada,” ujarnya mewakili para pengungsi.
Raodah juga memohon bantuan percepatan perbaikan rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana.
“Saya harapkan bapak agar secepatnya membantu rumah rumah saudara saya yang terkena musibah saya berharap ya pak,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Prabowo memastikan pemerintah akan turun langsung membantu pemulihan. Ia menegaskan bahwa proses penanganan sedang berjalan namun memerlukan waktu.
“Tadi saya sudah sampaikan bahwa pasti pemerintah akan turun dan akan bantu. Tentunya ini yang terkena musibah, kami juga manusia tidak punya tongkat Nabi Musa,” ujarnya.
Untuk membantu warga yang kehilangan rumah, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah telah mempersiapkan skema hunian sementara hingga hunian tetap.
“Ada nanti hunian sementara kemudian hunian tetap yang kita sudah siapkan, sudah kita rencanakan, sudah kita alokasi anggaran. Tapi butuh waktu jadi kami mohon kesabaran,” kata Presiden.
BERITA TERKAIT: