Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Ketum PP Muhammadiyah: Mereka yang Terpilih Niscaya Berjiwa Negarawan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Jumat, 22 Maret 2024, 19:09 WIB
Ketum PP Muhammadiyah: Mereka yang Terpilih Niscaya Berjiwa Negarawan
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir/Net
rmol news logo Rekapitulasi hasil pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang baru saja diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu menuai banyak apresiasi dan harapan buat kebaikan bangsa ke depan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan pandangan Muhammadiyah terkait dengan hasil Pemilu tersebut.

Haedar menyampaikan selamat kepada anggota legislatif DPR, DPRD II, DPRD I, DPD, dan Presiden-Wakil Presiden terpilih dengan tetap menunggu penyelesaian sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Mereka yang terpilih niscaya berjiwa negarawan dengan bersungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab mengemban dan melaksanakan amanat rakyat yang sangat berat,” ujar Haedar dalam keterangan resminya, Jumat (22/3).

Kendati demikian, Haedar meminta semua pihak tetap menghormati para pihak yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai solusi konstitusional, damai, dan elegan dengan kesadaran bahwa keputusan MK bersifat final and binding untuk dipatuhi semua pihak.

“Mengajak masyarakat untuk menyikapi hasil pemilu sebagai realitas politik dan konsekuensi logis dari sistem demokrasi yang dipilih oleh bangsa Indonesia. Karena itu, dengan berbagai catatan kritis, masyarakat dapat menerima hasil pemilu dengan arif, bijaksana, dan legawa,” tuturnya.

Lebih jauh, Haedar meminta kepada MK agar bekerja lebih profesional dan imparsial dalam mengadili dan memutus sengketa pemilu. Penyelesaian sengketa pemilu yang adil dan objektif merupakan solusi dan memberikan kepastian politik.

“Bagi MK penyelesaian sengketa pemilu dengan jujur dan amanah merupakan momentum untuk meningkatkan kinerja, memperbaiki citra, dan memulihkan kepercayaan publik yang selama ini menurun,” pungkasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA