Nobar Piala Dunia 2026

Mendikdasmen: Sepak Bola Sarat Nilai Kehidupan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Rabu, 15 Juli 2026, 04:32 WIB
Mendikdasmen: Sepak Bola Sarat Nilai Kehidupan
Mendikdasmen Prof Abdul Mu’ti (tengah pakai baju putih rompi biru pakai topi) nonton bareng (nobar) semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Spanyol di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan. (Foto: RMOL/ Faisal Aristama)
Kecil Besar
rmol news logo Sepak bola bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai kehidupan, mulai dari kerja sama, strategi, kesabaran hingga nasionalisme.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu'ti saat menghadiri nonton bareng (nobar) semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Spanyol di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan, Rabu dini hari, 15 Juli 2026.

Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu, penyelenggaraan nobar menjadi bagian dari upaya menghadirkan hiburan sekaligus menyemarakkan pesta sepak bola terbesar di dunia.

"Dalam beberapa kesempatan Pak Presiden menyampaikan supaya rakyat Indonesia bergembira menyaksikan piala dunia. Ini terbukti acara pada hari ini penuh sesak oleh para penonton yang bergembira menyaksikan semifinal Prancis melawan Spanyol,” kata Abdul Mu'ti.

Di balik hiburan tersebut, Abdul Mu'ti menilai sepak bola menyimpan banyak pelajaran yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah pentingnya kerja sama tim.

"Sehebat apa pun seorang pemain, kalau dia tidak diberikan tim yang solid, dia tidak akan bisa bersinar,” kata Abdul Mu'ti.

Selain kerja sama, strategi juga menjadi faktor penentu dalam meraih kemenangan. Menurutnya, kemampuan pelatih menyusun taktik menjadi salah satu kunci keberhasilan sebuah tim.

Tak kalah penting, kata Abdul Mu'ti, sepak bola mengajarkan arti kesabaran. Ia mencontohkan banyak pertandingan Piala Dunia yang baru ditentukan pada menit-menit akhir.

"Banyak gol dalam pertandingan piala dunia yang terjadi di last minute. Bukan satu menit, bahkan kurang setengah menit masih terjadi gol,” kata Abdul Mu'ti.

Ia kemudian menyinggung laga Argentina saat bangkit dari ketertinggalan untuk memastikan langkah ke semifinal. Menurutnya, pertandingan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga mental dan tidak mudah menyerah hingga peluit panjang dibunyikan.

"Kalau orang tidak punya kesabaran, tidak punya stamina mental, dia sudah menyerah," kata Abdul Mu'ti.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA