Pernyataan itu disampaikan anggota DPD RI, Fahira Idris, saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (3/9).
"Saya berharap poros atau koalisi lain tidak menetapkan pasangan capres/cawapres di last minute atau di akhir masa pendaftaran," katanya.
Dia berpandangan, semakin cepat publik mengetahui siapa saja pasangan kandidat yang akan berlaga pada Pilpres 2024, akan semakin baik. Pasalnya, memberi waktu luas kepada publik 'menguliti' rekam jejak dan gagasan Capres-Cawapres.
Senator Jakarta itu juga menambahkan, masa kampanye Pilpres 2024 yang hanya 75 hari, yakni 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, terbilang singkat.
Karena itu, semakin cepat deklarasi Cawapres, maka akan menguntungkan kandidat pasangan, karena bisa langsung mensosialisasikan gagasan lewat berbagai panggung akademis, seperti sudah digelar FISIP UI.
“Saat ini rakyat semakin cerdas, karena tidak lagi memilih Capres-Cawapres berdasar popularitas, tetapi sejauh mana gagasan dan solusi konkretnya untuk pemerataan keadilan dan kesejahteraan di Indonesia,” tandasnya.
BERITA TERKAIT: