“Jati meninggal jam 5 pagi ini di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta),” tulis Anies di akun Instagram pribadinya sebagaimana dikutip
Kantor Berita Politik RMOL.
Anies dan Jati tercatat sama-sama mengenyam kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) namun berbeda jurusan. Anies mengambil ekonomi, sementara Jati di fakultas filsafat.
Meski kerap berbeda pendapat di bangku kuliah, namun dalam 10 tahun ke belakang, Anies dan Jati kompak berjuang bersama. Di mata Anies, Jati merupakan aktivis yang idealismenya tak pernah luntur.
"Jati adalah salah satu korban penculikan aktivis mahasiswa tahun 1998. Siksaan tak berbatas, mulai jerat cekikan kabel di leher hingga setruman listrik tanpa henti. Ia sempat trauma jika ada urusan dengan listrik," cerita Anies.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pun merasa kehilangan ditinggal sahabatnya tersebut. Anies mendoakan, almarhum
husnul khatimah.
"Semangatnya untuk Indonesia yang lebih baik tak pernah surut. Dia wafat saat sedang berjuang, sedang pada semangat tertingginya.
Husnul khatimah,
insyaallah," pungkas Anies.
BERITA TERKAIT: