Jika kemudian pembentukan Koalisi Besar mengalami jalan buntu, maka Partai Golkar akan mencari alternatif lain. Termasuk membuka peluang pembentukan poros koalisi baru dengan PAN dan partai lain.
Begitu disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Nusron Wahid kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6).
“Prioritas pertama koalisi besar dengan presiden dari KKIR, kemudian wakil presiden dari KIB. Kalau enggak terjadi ya, maka muncul poros keempat, bisa Golkar dengan PAN atau Dji Sam Soe dan sebagainya,” kata Nusron.
Namun begitu, Nusron menyatakan pihaknya tetap melakukan penjajakan koalisi dengan semua partai politik tanpa terkecuali.
Sebab, kata dia, pendaftaran bakal capres dan cawapres ke KPU RI masih memiliki tenggat waktu yang cukup lama, yakni Oktober 2023 mendatang. Sehingga, konstelasi pesta demokrasi lima tahunan masih sangat dinamis.
“Ya berbagai
probability, opsi dengan PKB juga ada juga, masing-masing masih terbuka, masih cair kan sampai bulan Oktober kan, orang dulu Kiai Maruf saja satu hari sebelumnya baru putus kok,” tandasnya.
BERITA TERKAIT: