Menurut pengamat politik, Jerry Massie, Koalisi Besar kemungkinan gabungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
“Tapi Prabowo tetap akan jadi capres, wakilnya entah Airlangga, Cak Imin, Ganjar, atau Erick Thohir. Dan bisa saja Sandiaga Uno,†ujar Jerry kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (4/4).
Selain Koalisi Besar, Jerry melihat Koalisi Perubahan yang diisi Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS, juga tidak bisa dianggap enteng. Belakangan, koalisi ini mendapat sebutan baru: Koalisi Langsing.
“Nah, Koalisi Langsing bisa berbahaya. Nama Anies sebagai capres tak bisa digusur lagi. Untuk wakilnya bisa Agus Yudhoyono, Gatot Nurmantyo, Prof Mahfud MD, sampai Rizal Ramli,†tuturnya.
Meski begitu, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) ini masih melihat satu poros lain yang bisa mengusung capres pada 2024. Yaitu PDI Perjuangan yang mendapat kursi mayoritas di parlemen berdasarkan hasil Pemilu Serentak 2019.
Meski PDIP sendirian, Jerry yang juga doktor komunikasi politik lulusan America Global University ini memandang, tak berarti nihil peluang untuk mengalahkan dua poros yang ada.
Karena itu, ia mendorong ketua umum partai berlambang banteng moncong putih ini, Megawati Soekarnoputri, mengusung sosok Ketua DPR RI, Puan Maharani.
“Karena bisa saja Puan kehilangan kursi. Jadi untuk bisa bertarung maka tak ada pilihan untuk PDIP selain mengusung kader sendiri. Kalau tidak, bisa saja ketinggalan kereta, kendati pun sudah punya kendaraan politik,†demikian Jerry.
BERITA TERKAIT: