Begitu kata Ketua Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan (PPP) Pascasarjana Universitas Nasional, Robi Nurhadi dalam kuliah umum bertema "Refleksi Polugri Era Presidensi G20" yang diselenggarakan pada Rabu (13/7).
Dia mengingatkan bahwa masa kepemimpinan Indonesia di G20 tinggal hitungan bulan saja. Sehingga, peluang yang masih dimiliki harus dimanfaatkan dengan baik.
"G20 merepresentasikan 80 persen ekonomi dunia, 70 persen perdagangan internasional dan 60 persen populasi dunia. Kita juga memasuki abad kejayaan Asia karna 55 persen dana global telah disalurkan ke Asia," tekannya.
Menurutnya, forum G20 yang diakomodir Indonesia tidak hanya mempertemukan negara-negara ekonomi saja, melainkan juga membawa kedamaian dan stabilitas di tengah gejolak peperangan yang terjadi di beberapa negara anggota.
Melalui peran di G20 dan diplomasi perdamaian Presiden Jokowi di Ukraina, Robi melihatnya peluang bagi Indonesia untuk melakukan akumulasi power dan pengaruh di dunia internasional.
Saran Robi, Indonesia memaksimalkan forum G20 dengan fokus pada isu-isu multilateralisme dan kerjasama ekonomi untuk ketahanan pangan dan peningkatan energi.
"Jangan sampai pertemuan ini menjadi ajang pertarungan dan adu kepentingan antara negara-negara di tengah perang," tambahnya.
BERITA TERKAIT: