Menuju Zero Emmision 2060, Nasdem Soroti Isu Energi dan Lingkungan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Jumat, 03 Juni 2022, 23:51 WIB
Menuju <i>Zero Emmision</i> 2060, Nasdem Soroti Isu Energi dan Lingkungan
Menteri ESDM, Arifin Tasrif dalam diskusi yang digelar Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta Pusat/Ist
rmol news logo Fenomena perubahan iklim yang mengakibatkan peningkatan pemanasan global menjadi tanggung jawab bersama dalam mencapai zero emission di tahun 2060.

Jika panas bumi terus naik, tentu akan berdampak langsung terhadap lingkungan dan keberlangsungan kehidupan. Mulai dari naiknya air laut hingga punahnya sejumlah tanaman dan hewan bahkan mengancam produksi pangan manusia.

"Karena itu ini bukan sesuatu yang bisa kita sepelekan sebagai umat manusia. Ini sangat serius," kata Ketua Koordinator Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP Nasdem, Suyoto pada diskusi dalam rangka menyambut Rakernas Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Jumat (3/6).

Oleh karenanya, ia menyebut yang dibutuhkan saat ini adalah komitmen bersama mengurangi tingkat emisi di masyarakat sebagaimana komitmen Indonesia mencapai zero emission di 2060.

Dalam diskusi tersebut, Menteri ESDM, Arifin Tasrif menyebutkan, Indonesia memiliki potensi sumber daya energi terbarukan yang cukup besar. Namun potensi ini membutuhkan teknologi dan investasi besar.

"Kebijakan presiden untuk hilirisasi energi adalah kebijakan yang jitu. Sehingga ke depan kita tidak lagi menjual mentah, tapi diolah dalam negeri untuk menjamin transisi energi dan berkontribusi pada dunia," sambungnya.

Senada dengan Menteri ESDM, Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas, Arifin Rudiyanto mengatakan, cita-cita zero emission terus diupayakan melalui perencanaan dan pembangunan rendah karbon, penanganan limbah dan pengembangan ekonomi hijau.

"Bappenas terus melakukan skenario-skenario guna mencapai net zero emission di tahun 2060. Kita menghadapi tantangan seperti besarnya investasi yang dibutuhkan, hingga risiko dan kebutuhan transfer teknologi," kata dia.

Dalam diskusi tersebut, turut hadir pula Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eddy Soeparno; mantan Direktur Utama PT Pertamina, Elia Massa Manik; Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLHK, Emma Rachmawati; dan Ketua Ikatan Alumni ITB, Gembong Primadjaya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA