Kembali Gaungkan Isu Penundaan Pemilu, Cak Imin Tak Layak Jadi Ketum Partai di Negara Demokrasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Selasa, 19 April 2022, 15:45 WIB
Kembali Gaungkan Isu Penundaan Pemilu, Cak Imin Tak Layak Jadi Ketum Partai di Negara Demokrasi
Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar/Net
rmol news logo Isu penundaan Pemilu 2024 kembali digaungkan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Dalihnya, untuk menyelamatkan Wakil Presiden RI KH Maruf Amin.

Dalam pandangan pengamat politik, Jamiluddin Ritonga, Cak Imin seharusnya memperjuangkan aspirasi rakyat. Namun, dengan mewacanakan kembali penundaan pemilu, Cak Imin dinilai tidak mampu merepresentasikan rakyat lewat partai yang dinaunginya.

“Cak Imin sudah tak layak menjadi ketua umum partai di negara demokrasi. Cak Imin lebih cocok ketum partai di negara otoriter,” tegas Jamiluddin lewat keterangan tertulisnya, Selasa (19/4).

Mantan Dekan FIKOM IISIP ini menambahkan, Cak Imin dan PKB harus dihukum pada saat Pemilu 2024 mendatang.

"Jadi, sudah selayaknya rakyat menghukum Cak Imin pada Pemilu 2024. Bahkan kader PKB pun layak menghukum ketumnya yang mengabaikan kehendak rakyat,” tutupnya.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin rupanya masih keukeuh mengupayakan penundaan Pemilu 2024. Terkini, Cak Imin mengaku usulan penundaan pemilu adalah demi menolong Wakil Presiden RI Maruf Amin.

"Saya itu usul (penundaan pemilu) dalam rangka menolong Kiai Maruf Amin, dalam rangka menolong rakyat. Kenapa menolong Kiai Maruf? Karena supaya nanti kalau di akhirat ditanya kurang ini kurang itu. Mesti alasannya ya karena dua tahun pandemi enggak bisa apa-apa," jelas Cak Imin melalui akun YouTube PMIIOFFICIAL pada acara puncak peringatan hari lahir PMII 62 tahun, yang dikutip Redaksi, Selasa (19/4). rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA