Salah satunya adalah Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan yang kini menyebut wacana tersebut tidak mungkin terwujud.
Melihat perubahan sikap Zulhas ini, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie tak kaget. Sebab sejak awal, wacana penundaan pemilu hingga perpanjangan masa jabatan presiden sudah menabrak konstitusi.
"Sudah sejak 6 bulan lalu, berulang-ulang saya bilang, ide tunda pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden tidak boleh, tidak mungkin dan tidak akan terwujud," kata Jimly dikutip dari akun Twitternya, Rabu (13/4).
Saat ini, Presiden Joko Widodo sudah tegas menolak penundaan pemilu dan tetap menghendaki pesta demokrasi lima tahunan itu digelar tahun 2024.
Selain menabrak konstitusi, gelaran Pemilu 2024 sudah sangat dekat dan sudah dimulai tahapannya pada tahun ini.
"Sebentar lagi tahapan pemilu 2024 sudah akan dimulai. Bahkan per 1-8-22, peserta pemilu sudah akan mulai mendaftar," tutupnya.
BERITA TERKAIT: