“Alhamdulillah
saya sudah menuntaskan safari ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, ini
penutup yang terakhir di Karanganyar,†ujarnya kepada wartawan di Gedung
Dakwah Muhammadiyah Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (31/3).
Zulhas,
sapaan akrabnya, mengatakan bahwa PAN kini memang menerapkan strategi
kolaborasi. Dia mengurai, selama 10 tahun melakukan konfrontasi atau
berlawanan, PAN tidak mendapat hasil yang signifikan.
“Suara PAN
di Jateng dari 8 jadi 0. Nggak ada angka lagi di bawah 0. Kita mengerti
masyarakat Jateng itu nggak suka yang nyerang-nyerang, nyinyir, dan
keras. Kita harus empatik, komunikatif, bisa diajak kolaborasi. Insya
Allah dengan pendekatan ini PAN Jateng akan bangkit. Tidak ada itu
daerah yang kering atau basah. Semua bisa dikerjakan,†tegasnya.
Zulhas
selalu menemui Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan juga bupati atau
walikota setempat. Mayoritas PDM yang dikunjungi Wakil Ketua MPR RI itu
menyampaikan kegembiraan atas kedatangan Zulhas,
Salah satunya
adalah Ketua PDM Muhammadiyah Wonogiri Drs. H. Kusman Toha saat Zulhas
datang ke kompleks PKU Muhammadiyah, Wonogiri pada Rabu (30/3),
“Kerawuhan
(kedatangan) Pak Zul adalah suatu kebahagiaan bagi kami. Kami merasa
diperhatikan. Jadi bisa banyak menitipkan aspirasi warga Muhammadiyah
dan Aisyiyah,†tuturnya yang turut semua pimpinan Muhammadiyah dan
Aisyiyah untuk menyambut kedatangan Zulhas.
Selama bersafari di
Jateng, Zulhas mendatangi kepala-kepala daerah, pimpinan Muhammadiyah
dan NU, ormas Islam, hingga pondok-pondok pesantren. Zulhas didampingi
anggota-anggota DPR RI F-PAN, pengurus DPP, dan tak jarang juga mengajak
public figur kader PAN seperti Pasha Ungu, Desy
Ratnasari, Deny Cagur, dan lainnya.
BERITA TERKAIT: