Peringatan Partai Gelora, Krisis Ukraina-Rusia Jangan Dijadikan Kambing Hitam Menunda Pemilu 2024

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Minggu, 27 Februari 2022, 16:10 WIB
Peringatan Partai Gelora, Krisis Ukraina-Rusia Jangan Dijadikan Kambing Hitam Menunda Pemilu 2024
Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik/Net
rmol news logo Perang yang terjadi di Ukraina karena diserang Rusia tidak boleh dijadikan kambing hitam atau lelucon politik untuk melakukan penundaan pemilu 2024.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan, Indonesia harus memiliki sikap tegas dan tidak membuat alasan tidak penting untuk menunda pemilu.

Mahfuz meminta pihak tertentu untuk tidak menjadikan krisis Ukraina sebagai ide liar atau lelucon politik. Yakni dengan mengkaitkan konflik Rusia-Ukraina sebagai salah satu faktor untuk menunda Pemilu 2024.

Ia mengingatkan karena ditengarai ada pihak dari rezim pemerintahan Jokowi yang mencoba mengaitkan konlik Rusia-Ukrainan menjadi faktor pentingnya menunda Pmeilu 2024.

"Saya mengkhwatirkan krisis Ukraina ini, jangan-jangan nanti turunannya akan dipakai untuk melakukan justifikasi terhadap ide-ide liar, menjadi lelucon-lelucon politik baru," kata Mahfuz, Minggu (27/2).

Menurutnya, pikiran-pikiran tersebut semakin irasional dan tidak mendidik publik.

Dia menyadari bahwa konflik Rusia-Ukraina ini akan berlangsung panjang dan memicu kenaikan harga komoditas, khususnya energi seperti minyak mentah dan gas dunia.

Meski demikian, ia menolak keras jika konflik Rusia Ukrainan dijadikan alasan tambahan menunda Pemilu 2024.

"Jadi kelihatanya akan banyak pikiran-pikiran baru yang semakin irasional dan ini tidak mendidik publik. Harusnya dalam situasi krisis saat ini, kita harus mengedepankan rasionalitas," katanya.

Pria yang pernah menjabat Ketua Komisi I DPR RI ini menegaskan, konflik Rusia-Ukraina merupakan perang supremasi antar kekuatan global. Kata dia, konflik itu terjadi setelah kegagalan barat dalam menekan China dalam krisis pandemi Covid-19.

"Saya kira Rusia akan mengelola isu ini untuk waktu yang agak panjang. Rusia ini gerbang ke negara barat, apalagi kalau NATO melibatkan diri dalam perang ini akan semakin panjang waktunya,” demikian Mahfuz.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA