Partisipasi Publik Rendah, Willy Aditya: DPR Harus Terus Dikritik Biar Tidak Bebal Demokrasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Jumat, 25 Februari 2022, 20:25 WIB
Partisipasi Publik Rendah, Willy Aditya: DPR Harus Terus Dikritik Biar Tidak Bebal Demokrasi
Wakil Ketua Baleg DPR, Willy Aditya/RMOL
rmol news logo Hasil riset Indonesia Parliamentary Center (IPC) yang mengungkap minimnya keterlibatan publik dalam pembahasan RUU di DPR RI ditanggapi positif Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Wakil Ketua Baleg DPR, Willy Aditya mengatakan, hasil riset IPC penting sebagai bentuk kritik atas kinerja DPR RI yang selama ini mewakili suara rakyat.

"DPR memang harus terus dikritik secara terbuka biar tidak bebal demokrasi. Kita semakin maju, demokrasi semakin matang, itu si catatan saya,” ucap Willy dalam acara diskusi daring IPC yang digelar secara daring, Jumat (25/2).

Legislator Fraksi Nasdem DPR ini menambahkan, Indonesia memiliki cacat demokrasi yang tidak bisa memuaskan semua orang.

“Udah hukum bawaannya itu disable concept, ini kan bukan demokrasi athenians, everybody bisa terlibat secara directly. Itu yang harus dilihat," kritiknya.

Ia menekankan, DPR RI harus terbuka dengan publik. Sebagai tim anggota reformasi parlemen, pihaknya sudah berulang kali membangun demokrasi.

"Bahkan dibangun terakhir sejak Pak Azis (mantan Wakil Ketua DPR RI) tidak aktif, saya minta ketuanya segera diganti," tandasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA