Direktur Eksekutif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS), Moh Sholeh Basyari mengataka, Erick bersanding dengan sejumlah nama lain dalam riset yang dilakukan CSIIS.
"Kemunculan Erick Thohir masuk tiga besar survei, bisa dibaca bahwa pendekatannya kepada komunitas NU cukup efektif," kata Basyari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/1).
Basyari menjelaskan, Erick masuk dalam daftar calon presiden pilihan warga NU di Jawa Tengah, Banten, dan Lampung, bersama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Jajak pendapat dilakukan secara serentak di Probolinggo, Pasuruan, Malang, Yogyakarta, Rembang, Magelang, Tasikmalaya, Cirebon, Pandeglang dan Lampung Tengah dengan survei semi riset pada 7 Januari 2022.
"Data survei diambil dengan wawancara mendalam. Wawancara secara tidak langsung, responden tidak dalam posisi mengetahui bahwa dia tengah diambil datanya," lanjut Basyari.
Contoh dipilih secara
purposive yang dimaksudkan untuk mendapatkan orisinalitas data dari responden dan menghindari kemungkinan melebar. Kata Basyari, responden merupakan santri dari pondok pesantren yang selesai menunaikan Shalat Jumat.
"Model ini adalah adaptasi dari
exit poll.
Exit poll data diambil dari pemiih setelah keluar dari bilik suara.
Exit prayer adalah data diambil setelah responden keluar dari masjid setelah selesai Shalat Jumat," kata Basyari.
Dalam riset tersebut, CSIIS juga memunculkan nama Yenny Wahid yang mengalahkan politisi NU, Muhaimin Iskandar yang kini menjabat Wakil Ketua DPR dan Saifullah Yusuf yang sekarang menjabat Walikota Pasuruan.
Erick sendiri telah resmi menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) setelah mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) sebagai syarat menjadi anggota Banser di Sekolah Citra Alam Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu 28 November 2021 lalu.
BERITA TERKAIT: