Dalam sebuah sesi pertanyaan, anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas kinerja Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, di Dapil V Jawa Barat.
Penyampaian apresiasi ini memang adalah hal yang biasa. Tapi menjadi tidak biasa karena Mulyadi menyampaikannya dengan menggunakan bahasa Sunda.
“
Abdi ngahaturkeun nuhun kana sadaya program sareng kasaean na. Mudah-mudahan janten amal kasaean Bapa (Saya meyampaikan terimakasih atas semua program dan kebaikan Bapa, semoga menjadi amal kebaikan),†ucapnya dalam sebuah potongan video yang diterima
Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (26/1).
Menariknya, ucapan Mulyadi itu dijawab oleh peserta rapat dengan bahasa Sunda, meski tidak dengan jawaban yang tepat sesuai konteks.
Ruangan rapat mendadak riuh dengan ucapan, "
mangga…mangga… mangga" (silahkan…silahkan…silahkan) dari para peserta rapat.
Sementara Menteri PUPR sendiri membalas ucapan Mulyadi dengan jawaban bahasa Sunda yang tepat.
“
Sawangsulna Pa Mulyadi (Terima kasih kembali Pak Mulyadi),†balas Basuki.
Saat dikonfirmasi, Mulyadi menjelaskan, apa yang dia lakukan dalam rapat tersebut merupakan upaya menyampaikan suara masyarakat di Dapil-nya dengan bahasa asli mereka.
Sebagai orang Sunda asli ia mengaku ingin memperlihatkan kebanggannya terhadap bahasa dan budaya masyarakat Jawa Barat, terlepas dari aturan protokoler rapat DPR membenarkan atau tidak.
Soal riuhnya jawaban bahasa Sunda dari peserta rapat, Mulyadi menganggapnya sebagai respons positif dan dukungan kepada dirinya dalam memperlihatkan jati diri sebagai orang Sunda.
“Bagi saya, itu anugerah keberagaman Indonesia yang patut disyukuri dan dilestarikan,†terangnya.
Disinggung soal kontoversi perilaku Arteria Dahlan yang menyinggung perasaan banyak orang Sunda beberpa waktu lalu, Mulyadi menyarankan agar politikus PDI Perjuangan itu lebih banyak belajar soal menghargai budaya orang lain.
Ia juga mengingatkan Arteria soal pentingnya menjaga persatuan bangsa yang terdiri dari beragam suku, bahasa, dan budaya.
Bahkan Mulyadi menyarankan agar Arteria mau memahami dan meniru cara orang Sunda bertutur kata dan bersikap yang selalu dilandasi kasih sayang dan rasa menghargai sesama.
“Arteria sebaiknya meresapi filospi Sunda yang luhur dalam sikap dan bertutur kata.
Silih Asih, Silih Asuh, dan Silih Asah (Saling mengasihi, saling menjaga dan saling menajamkan/memberi ilmu). Sehingga, bisa membawa kesejukan dalam anugerah keberagamanan Indonesia,†tandasnya.
BERITA TERKAIT: