Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah bahkan menyayangkan pernyataan Denny Siregar tersebut.
"Disayangkan karena tokoh-tokoh pengadu domba sepertinya masih leluasa memproduksi pesan-pesan provokatif," kata Dedi Kurnia kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/1).
Apalagi, kata Dedi, pendukung fanatik pemerintah seperti Denny Siregar cs cenderung mendapat perlindungan dari aparat. Sekalipun, mereka telah berkali-kali memprovokasi kelompok masyarakat tertentu.
"Ini tentu menimbulkan kegaduhan publik yang sulit dihentikan," sesalnya.
Pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengingatkan bahwa indeks demokrasi Indonesia sedang memburuk. Situasi ini mengindikasikan bahwa Indonesia memerlukan pemimpin nasional yang matang secara emosional.
"(Ini malah) larut dalam pencitraan politik, hingga menggunakan buzzer politik. Kacau balau," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: