Pengamat Politik dari FISIP Unila, Budi Kurniawan mengatakan, Demokrat menilai berdasarkan siapa yang paling loyal terhadap DPP. Sehingga Edy dipilih untuk memimpin Lampung, sementara Ridho ditarik ke DPP.
"Karena kita tahu bahwa Demokrat saat ini dihadapkan dengan tantangan konsolidasi partai akibat kasus perebutan partai oleh KSP Moeldoko," jelasnya, dikutip
Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (4/1).
Menurut Budi, terpilihnya Edy juga pasti ada kontribusi masukan dari Ridho yang ingin pengaruhnya masih kuat di Lampung. Selain itu, DPP juga membutuhkan Ridho sebagai kader berkualitas di DPP.
"DPP butuh orang baru yang segar. Ridho kan kader muda dan potensial dan cocok naik ke level nasional. Saat ini banyak yang tokoh lamanya sudah tua dan dibersihkan dari anasir jahat pendukung KSP Moeldoko," sambungnya.
Soal langkah Ridho jika akan kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Lampung atau malah mencalonkan diri di DPR RI, itu soal lain.
"Soal besok mau nyagub lagi kan tinggal gampang kalau dekat ke AHY, kalau DPR RI pasti dapat," tutupnya.
BERITA TERKAIT: