Presiden PKS, Ahmad Syaikhu mengatakan, ST2N adalah jawaban dari ancaman mandeknya regeneasi petani, peternak, dan nelayan.
Menurutnya, regenerasi di bidang pertanian penting karena menurut data yang ia punya, anak muda yang terjun ke bidang pertanian jumlahnya hanya 2,7 juta.
"Data LIPI menunjukkan bahwa diperkirakan 2065 petani Indonesia akan hilang. Petani muda kita hanya 8 persen yang berusia 20-30 tahun. Sementara 33,4 juta petani berusia di atas 50 tahun," jelasnya.
Dijelaskan, kebutuhan pangan terus meningkat bahkan beberapa sektor masih mengandalkan impor. Salah satunya mengenai daging di mana hampir 60 persen kebutuhan nasional berasal dari impor.
Oleh karenanya, Syaikhu menyebut PR besar bangsa ini adalah memberikan kesejahteraan bagi rakyat, utamanya para petani, peternak, dan nelayan.
"Terlebih pada saat pandemi, sektor pertanian berperan besar menyelematkan perekonomian Indonesia. Selama pandemi, ada sekitar 3 juta petani baru, tapi kesejahteraan petani lokal kita masih jadi tanda tanya," lanjutnya.
Syaikhu berharap, ST2N bisa menjadi sarana pendidikan dan pelatihan para petani, peternak, dan nelayan agar semakin berdaya dan berdikari.
"Sekolah Ternak diharapkan mampu menjadi faktor pengungkit dan laboratorium kebangkitan ekonomi nasional," tutupnya.
BERITA TERKAIT: