Raslina yang juga politisi Partai Berkarya ini mengatakan, kondisi bangsa saat ini turut menjadi kegelisahan kaum perempuan karena minimnya keterwakilan di legislatif maupun eksekutif.
Kondisi tersebut secara tidak langsung berdampak pada rendahnya indeks kesetaraan gender. Kurangnya perempuan sebagai pemimpin membuat organisasi maupun institusi juga kurang memiliki sudut pandang perempuan.
"Maka dengan adanya PT 0 persen, maka siapa pun termasuk tokoh perempuan bisa ikut bertarung dalam kancah kepemimpinan nasional," ujar Raslina dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/12).
Artis kawakan ini mengatakan, langkah menggugat PT menjadi 0 persen bentuk nyata kolaborasi DPD RI dengan PMKI.
"Mewakili kegelisahan kaum perempuan itu, saya dan Mpok Sylviana (anggota DPD RI) sangat mendukung gugatan PT nol persen ke Mahkamah Konstitusi," tuturnya.
Di sisi lain, kata Raslina, Bank Dunia pada 2012 sepakat perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk aktif secara politik dan membuat berbagai keputusan dan kebijakan.
"Untuk itu, jika MK mengambulkan gugatan tersebut, kaum perempuan akan memiliki kesempatan yang sama dan akan muncul kebijakan yang lebih representatif dan inklusif untuk mencapai pembangunan yang lebih baik," katanya.