"Tolak Bala", Kampanye Antikekerasan terhadap Perempuan Selama 16 Hari Penuh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Sabtu, 27 November 2021, 14:40 WIB
"Tolak Bala", Kampanye Antikekerasan terhadap Perempuan Selama 16 Hari Penuh
Kampanye antikekerasan terhadap perempuan yang digelar Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh/RMOLAceh
rmol news logo Kampanye antikekerasan terhadap perempuan digaungkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh selama 16 hari penuh.

Kampanye ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni mewarnai, pameran, hingga diskusi publik.

Acara yang bertajuk "Tolak Bala" itu digelar sejak 25 November sampai dengan 10 Desember 2021.

"Ikut melibatkan sejumlah seniman lokal," kata Direktur LBH Banda Aceh, Syahrul diberitakan Kantor Berita RMOLAceh, Sabtu (27/11).

Syahrul menyebutkan, pameran seni rupa yang dipertunjukan merupakan hasil garapan dari seniman lokal di Aceh. Pertunjukannya yaitu, musik, hikayat, puisi, teater, dan pemutaran film, mural, sound art, dan instalasi.

Sementara diskusi publik yang akan digelar dengan sejumlah tema berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan kelompok rentan lainnya.

Syahrul menyebutkan perempuan di Aceh dan Indonesia, masih kerap mengalami kekerasan. Berdasarkan data statistik Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, 299.911 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2020.

Sedangkan kasus lekerasan berbasis gender siber mengalami kenaikan pada tahun 2020, yaitu 92 persen. "Ini sangat tinggi," kata dia.

Di Aceh sendiri, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh mencatat, ada 357 kasus kekerasan terhadap perempuan per triwulan III tahun 2021. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA