Begitu tegas pakar komunikasi politik Emrus Sihombing menanggapi siaran YouTube Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kanal “Panggil Saya BTPâ€.
Lewat video berjudul “Pejabat Tidak Boleh Takut untuk Mengeksekusiâ€, Ahok seolah menggugat rencana pemerintah, melalui Indonesian Batery Corporation (IBC) untuk mengakuisisi perusahaan mobil StreetScooter milik Deutsche Post DHL Group, Jerman. Tersirat, Ahok yang meledak-ledak ingin membawa masalah internal korporasi ke ruang publik.
“Alangkah baiknya para elite-elite kita, termasuk Ahok mengemukakan pandangan ke ruang publik yang sifatnya semakin mempererat antar satu dengan yang lain, baik antarnegara, baik dalam konteks industri mobil listrik,†kata Emrus kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (24/11).
Menurutnya, relasi sosial harus tetap dijaga. Apalagi jika menyangkut kerjasama dalam upaya mempercepat perekonomian Indonesia.
Emrus sendiri berharap Indonesia bisa memiliki industri mobil listrik dan bisa melakukan ekspor di saat Presiden Jokowi masih menjabat.
“Kenapa? Karena kita memproduksi nikel (bahan baku baterei mobil listrik) termasuk yang terbesar,†tegasnya.
Senada itu, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengingatkan Ahok untuk membicarakan persoalan korporasi secara internal. Setelah menjadi satu kebijakan yang solid, menjadi kewajiban bagi semua elemen di dalam korporasi untuk berjalan di alur yang sama.
“Hal-hal yang konsumsi internal, tak bagus diumbar ke luar," kata Ujang Komarudin kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu.
BERITA TERKAIT: