Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan saat meninjau pelabuhan yang diklaim diperebutkan China, Korea Selatan, dan Jepang ini bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Jumat (19/11).
"Pelabuhan Patimban ini akan menjadi cikal bakal Kawasan Regional Metropolitan Rebana yang dapat menciptakan 4,39 juta peluang pekerjaan tahun 2030, dan laju pertumbuhan ekonomi sampai 7,16 persen untuk Provinsi Jawa Barat," kata Luhut.
Kedatangan Luhut tersebut juga untuk mengevaluasi operasional pelabuhan yang sudah hampir satu tahun beroperasi.
Beberapa yang menjadi fokus adalah konektivitas jalur pantura dan akses jalan tol, kondisi operasional pelabuhan dan besaran muatan, juga ketersediaan sarana-prasarana pendukung seperti air, listrik, bahan bakar minyak (BBM).
Ia lantas memaparkan keinginan Presiden Jokowi agar Pelabuhan Patimban mendukung ekspor produk selain otomotif, seperti menggerakkan ekonomi UMKM, sektor pertanian, industri kreatif, serta produk lain agar mampu bersaing di pasar global.
"Oleh karena itu, Pelabuhan Patimban ini sangat perlu kita dorong progresnya," katanya.
Di tempat yang sama, Menhub Budi Karya menyebut progres pembangunan paket satu sudah selesai 100 persen, terdiri dari terminal peti kemas 35 hektare dengan kapasitas 250 ribu TEUs, terminal kendaraan 25 hektare berkapasitas 218 ribu CBU, area reklamasi 60 hektare, dan area kolam 10 meter.
"Ini 60 hektare sudah direklamasi dan sudah bisa ekspor mobil 200 ribu dan kontainer sudah bisa 300 ribu. Ini masih kerja sama dengan Jepang Pak," kata Budi Karya kepada Luhut.
BERITA TERKAIT: