Menyikapi situasi ini, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur menyerukan seluruh muktamirin dapat menjaga suasana agar tetap sejuk dan khidmat.
“Jangan ada diksi atau narasi yang keras. Jangan sampai muncul seolah-olah ini bukan forumnya para ulama,†kata Wakil Ketua PWNU Kaltim Syafaruddin saat pertemuan PW dan PCNU se-Kalimantan Timur di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Rabu (2/11).
Pertemuan PW dan PCNU se-Kalimantan Timur digelar memanfaatkan momentum usai bertatap muka dengan Wapres RI Maruf Amin. Wapres sendiri hadir dalam rangka Dies Natalis sekaligus peresmian Kampus II Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim.
Seruan Syafaruddin ini muncul menyusul berbagai kabar yang beredar seputar massifnya gerakan suksesi kandidat yang mulai lepas kontrol.
Dijelaskan Syafarudin, saat ini sudah mulai muncul cara-cara mempengaruhi preferensi politik dengan bentuk pressure dan tekanan-tekanan.
Ia menilai, cara-cara seperti itu tidak patut dilakukan di organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama.
“Apalagi sampai pada tindakan-tindakan yang tidak ada contohnya di NU. Muktamar harus jadi forum yang sejuk dan nyaman buat semua,†paparnya.
Ia juga menyinggung soal isu pembatasan periode yang menurutnya tidak relevan.
Argumentasi Syafarudin, disamping tidak ada aturan baku, beberapa kali sejarah kepemimpinan di PBNU lebih dari tiga periode juga tidak ada masalah.
“Yang kita lihat ashlahnya. Ini intensitas kaderisasinya luar biasa. Mulai kaderisasi struktural, kaderisasi ulama, PKPNU, dan lain-lain. Puncaknya hari ini kita menikmati dimana Wapres kita dari NU,†tandas Syafaruddin.
BERITA TERKAIT: