Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi dalam momentum langkah abad kedua Nahdlatul Ulama.
?Ahmad Aswandi menekankan bahwa eksistensi organisasi tidak hanya diukur dari seremonial, melainkan sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh warga, khususnya kaum Nahdliyin.
?"PR penting adalah bagaimana keberadaan NU bisa dirasakan langsung oleh warga Kota Bogor. Pengurus harus merancang program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat," ujar pria yang akrab disapa Kiwong dalam keterangan tertulis, Selasa 17 Februari 2026.
?Selain aspek sosial, Kiwong juga menyoroti dua poin krusial bagi kepengurusan PCNU ke depan. Pertama, ?penguatan ideologi, PCNU diharapkan konsisten menyebarluaskan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai benteng ideologi di Kota Bogor.
?Kedua soal mitigasi bencana. Dia memberikan apresiasi khusus atas pengukuhan Satgas Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Kota Bogor.
?Terkait kehadiran satgas baru, politisi dari PPP ini berpesan agar para personel terus meningkatkan kapasitas teknis dan memperluas jaring relawan.
?"Bagi satgas yang bertugas, teruslah asah kemampuan dan pengetahuan tentang kebencanaan. Selain itu, lakukan rekrutmen personel sosial sebanyak-banyaknya agar dampak manfaatnya semakin luas," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: