"Ini adalah pertemuan terbesar dunia di antara pemimpin berpengaruh yang akan menjadi pusat perhatian dunia," kata Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto saat berpidato secara virtual dalam pembukaan kuliah umum Golkar Institute, Rabu (27/10).
Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan G20 memiliki peluang besar untuk mengatur agenda dan membujuk negara-negara lain tentang jalan terbaik ke depan di dunia pascapandemi.
"Kita juga bisa menjadi suara dunia yang sedang berkembang dengan nada ramah tetapi bertujuan jelas, suara nalar di dunia dengan meningkatnya ketegangan kekuatan besar," lanjut Airlangga.
Tak hanya itu, Airlangga yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ( KPCPEN) ini menyatakan, suara Indonesia harus menjadi suara kemanusiaan dan demokrasi.
"Kita harus tetap bersahabat, kita bukan mengejar ketakutan atau keangkuhan, tetapi untuk saling merangkul dalam semangat harapan dan kepentingan bersama," tegas Airlangga.
Secara khusus, Menko Perekonomian RI ini juga menyinggung pakar asal Singapura, Prof Kishore Mahbubani yang menyebut kondisi Indonesia sekarang dalam posisi yang baik.
"Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia, sangat beragam, dengan ribuan pulau, tempat yang tidak mudah bagi siapapun untuk memerintah. Namun, di bawah hari-hari tergelap di tengah pandemi Covid-19, kita berhasil menjaga demokrasi dan ekonomi kita relatif sehat," tandasnya.
BERITA TERKAIT: