Makna lain yang penting adalah kemesraan dengan orang nomor satu itu adalah bentuk kejeniusan politik Menko Perekonomian dalam menguatkan kaki politiknya.
Sebab, Airlangga bisa mengakses jejaring politik PDIP melalui Joko Widodo.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (18/8).
"Kedekatan ini upaya Airlangga membangun komunikasi politik dengan PDIP, tetapi inilah jeniusnya Airlangga, ia bisa mengakses PDIP melalui Presiden Joko Widodo," demikian kata Dedi.
Analisa Dedi, kedekatan Jokowi dan Airlangga tidak bisa dimaknai biasa saja. Kalau diamati sejak awal pandemi sangat nampak Jokowi memberikan karpet merah pada Airlangga untuk membangun reputasi kepemimpinannya.
Jokowi, kata Dedi lebih memilih Airlangga ketimbang kader PDIP untuk menjadi Ketua Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
Terbaru, putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka bahkan secara terbuka memasang foto berdua bersama Airlangga. Padahal Walikota SOlo itu adalah kader PDIP.
"Memang Jokowi punya geliat merestui Airlangga di kontestasi 2024, mulai dari memberi panggung pada Airlangga lewat KPC-PEN hingga memberi akses ke Gibran ini," pungkas Dedi.
BERITA TERKAIT: