Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah menerangkan, survei yang dilakukannya pada awal Agustus mengangkat tema "Refleksi Penanganan Pandemi dan Dampak Konstelasi Politik 2024".
Dari survei tersebut ditemukan tingkat keyakinan masyarakat terhadap program vaksinasi nasional cukup tinggi, yaitu sampai menyentuh angka 75 persen.
"Responden memiliki keyakinan jika program vaksinasi dianggap tepat dan baik. Dengan asumsi itu, responden bersedia untuk mendapatkan vaksin," ujar Dedi saat memaparkan hasil surveinya dalam diskusi daring Polemik Trijaya FM, Sabtu (14/8).
Dedi mengurai sejumlah indikator yang membuat tingkat keyakinan mayarakat tinggi terhadap program vaksinasi. Antara lain, karena pemberitaan media yang diketahui 41 persen responden, himbauan pemerintah 45 persen,dan mengikuti tokoh agama 24 persen.
Meski begitu, Dedi menyatakan bahwa keyakinan publik soal program vaksinasi rawan di korupsi juga cukup tinggi. Setidaknya, tercatat tabulasi 53 persen responden menilai program vaksinasi tidak terbebas dari dugaan korupsi, dan hanya 21 persen yang menyatakan bebas dari dugaan korupsi.
"Soal keyakinan program vaksin bebas korupsi, sebagian besar responden tidak yakin," pungkasnya.
Survei IPO ini digelar sejak 2-10 Agustus 2021 dan menggunakan metode
multistage random sampling (MRS) atau pengambilan sample bertingkat dengan 1200 responden yang tersebar proporsional secara nasional.
Survei ini memiliki pengukuran kesalahan
(sampling error) 2,50 persen, dengan tingkat akurasi data 97 persen.
BERITA TERKAIT: