"Pandemi kian menggila. Ini pemerintah kepalanya di mana? Siapa tanggung jawab?" ujar mantan Jurubicara Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie M. Massardi kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (25/6).
Menurutnya, ketidakseriusan pemerintah dalam menangani corona bisa diamati dari empat fase.
Pertama, penanganan Covid-19 hanya lelucon. Sebelum pandemi, pemerintah menggunakan buzzer secara massif untuk membantah analisa bahwa virus corona sudah masuk ke Indonesia pada Januari-Maret 2020.
Lelucon lainnya, Menko Polhukam, Mahfud MD dan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan pernah buat candaan, bahwa Covid-19 itu mirip seorang istri: sama-sama sulit ditaklukkan dan oleh karena itu satu-satunya cara yang dapat dilakukan agar dapat hidup berdampingan adalah menyesuaikan diri. "
Corona is like your wife" kata Mahfud yang mengklaim mendapat kiriman
meme dari Luhut.
"Lelucon yang paling parah, turis dan TKA dari China berdatangan di tengah pandemi. Kan kita tahu corona itu berasal dari Wuhan, China," kata Adhie Massardi dengan nada kesal.
Fase kedua, Covid-19 dijadikan sebagai bancakan. Misalnya, yang paling nyata adalah kasus korupsi bantuan sosial (Bansos) sembako untuk masyarakat. Dan, dugaan penyimpangan bansos Covid-19 yang nilainya mencapai Rp 100 triliun.
Fase ketiga, Covid-19 digunakan sebagai momentum untuk arogansi kekuasaan. Yaitu, menghabisi lawan-lawan politik. Menangkapi para aktivis. Terbaru, vonis 4 tahun yang diterima M. Rizieq Shihab.
"Pandemi untuk arogansi kekuasaan, hasilkan vonis untuk penjarakan lawan politik. Ngaco
!" tegas Adhie Massardi.
Contoh arogansi kekuasaan yang lain, pemerintah pusat merasa penguasaan penuh terhadap pemerintah daerah. Sehingga daerah terintersep oleh pusat.
Fase keempat atau yang terakhir, vaksinasi Covid-19 yang sedang berjalan lebih menjalankan proyek dibanding mengatasi pandemi.
"Karena ditangani BUMN, Menag BUMN. BUMN dan Kesehatan seperti jalan sendiri. Dan kenapa misalnya tidak libatakan IDI. Jadi, tidak ada manajemen krisis dalam menanggulangi pandemi," kata Adhie Massardi, yang juga Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) itu.
Menurut Adhie Massardi, dengan memperhatikan empat fase ini, dan kalau tidak ada penanganan serius, maka pandemi Covid-19 di Tanah Air akan susah ditangani.
"Melihat fase-fase yang kacau balau semacam ini, maka sangat mustahil grafik peningkatan pandemi bisa turun. Akibatnya, tentu saja rakyat menanggung semuanya ini, termauk mempertaruhkan nyawa," ucapnya.
Per hari kemarin, sebanyak 20.574 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan penambahan itu, total yang terpapar sebanyak 2.053.995 orang. Sembuh 1.826.504 orang, dan meninggal dunia 55.949.
BERITA TERKAIT: