Dirtektur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono menerangkan, posisi Demokrat berada di peringkat ke tujuh, pada simulasi terbuka yang dilakukan kepada 1.898 responden.
Peringkat Demokrat ini berada di bawah PKS yang memperoleh elektabilitas sebesar 5,3 persen, Nasdem 6,5 persen, PKB 6,9 persen, Gerindra 10,3 persen, Golkar 17,9 persen dan PDIP 18,2 persen.
"Yang menarik dalam temuan survei ini adalah penurunan secara drastis tingkat elektabilitas partai Demokrat hingga 3,6 persen," ujar Arifin dalam rilis pers yang berlangsung Jumat (12/3).
Penurunan elektabilitas partai politik yang dipimpin Agus Harimurthi Yudhoyono ini, menurut Arifin, disebabkan adanya kejadian pendongkelan melalui kegiatan yang diklaim sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara.
"Ini (penurunan elektabilitas) dikarenakan badai konflik internal di partai Demokrat yang berujung pada KLB partai Demokrat yang memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat," demikian Arifin menambahkan.
Dalam survei ini, LKPI mencatat
margin of error berada dikisaran angka 2,25 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sementara, metode survei terhadap ribuan responden yang berasal dari 34 provinsi menggunakan saluran telepon gengam dengan aplikasi Video Call Whatsapp.
Adapun komposisi responden survei adalah pria berjumlah 50,9 persen dan wanita 49,1 persen. Sedangkan, dari segi pekerjaan ada sebanyak 43,7 persen karyawan swasta/BUMN/ASN.
Kemudian, sebanyak 21,3 persen wiraswasta, sebanyak 20,4 peren pekerja tidak tetap atau serabutan, dan sebanyak 14,6 persen mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga.
BERITA TERKAIT: