Menanggapi hal tersebut, Wakil Bendahara Umum (Wabendum) DPP Demokrat, Chairul Yaqin Hidayat mengatakan, isu kudeta berasal dari eksternal partai untuk memecah partai dengan cara membuat kekisruhan. Oleh karena itu ia meyakinkan kalau Partai Demokrat tidak mengalami keretakan.
"Sebenarnya kami sedang memergoki pihak eksternal yang sedang ditunggangi untuk membuat kekisruhan supaya ada pintu masuk melalui jalur kekisruhan ini," kata Chairul, Jumat (5/2), dikutip
Kantor Berita RMOLJabar.
Namun upaya pengambilan paksa kursi kepemimpinan sudah lebih dulu diketahui, sehingga pihak eksternal itu berusaha mengelak.
Atas hal tersebut, ia meminta maaf kepada masyarakat karena di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai justru ditambah dengan isu kudeta partai.
"Kami meminta maaf kepada masyarakat jika sangat terganggu dengan adanya isu ini. Kami juga tau saat ini semua pihak sedang fokus menangani dampak pandemi," ucapnya.
Kendati begitu, pihaknya harus melawan isu kudeta tersebut. Pasalnya, ia menilai Partai Demokrat merupakan rumah perjuangan guna memperjuangkan hak-hak dan aspirasi masyarakat.
Selain itu, pihaknya menerima laporan dari DPC yang sedang berusaha didekati oleh pihak eksternal. Namun, ia telah mengimbau kepada seluruh kader agar tidak terlibat dalam isu kudeta. Apabila kedapatan terlihat yang bersangkutan akan diberikan sanksi.
"Kami pun menegaskan, akan memberikan sanksi kepada kader yang terlibat kedalam kasus ini. Dan kami pastikan Partai Demokrat tetap utuh dan mendukung penuh Ketum AHY," tukasnya.
BERITA TERKAIT: