Sehingga, presentase tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 belum dapat diketahui pasti.
Menurut peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu, tingkat partisipasi pemilih pada gelaran pilkada kemarin cukup tercermin dari data di tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menggunakan hak pilihnya.
"Karena memang kalau saya lihat di lapangan, saya sempat lihat di TPS kami, di komplek saya itu, memang partisipasi cukup rendah ya, dari data itu 50 persen saja yang datang," ujar Yohan Wahyu saat menjadi narasumber diskusi daring Populi Center bertajuk "Membaca Hasil Hitung Cepat dan Evaluasi Pilkada" Sabtu (12/12).
Sehingga, kata Yohan, meskipun pelaksanaan pilkada cukup terlihat lancar karena cukup banyak pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya karena kondisi pandemi Covid-19.
"Karena memang orang tidak datang gitu loh, tidak banyak yang datang. Lancar karena memang tidak banyak yang datang," tuturnya.
Atas dasar itu, Yohan menyebut, meskipun KPU belum memberikan angka pasti tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2020, namun data di tiap TPS bisa menjadi potret tingkat partisipasi pemilih.
"Saya track juga di data yang baru masuk itu datanya memang rata-rata baru 50 persen yang masuk di Sirekap itu," ucapnya.
"Jadi belum bisa ketahuan, KPU juga belum memunculkan data terkait rata-rata tingkat partisipasi. Tapi kalau saya lihat di lapangan itu memang 50 persen, terutama di TPS tempat saya itu. Memang tidak terjadi kerumunan secara masif," demikian Yohan Wahyu.
Narasumber lain dalam diskusi daring tersebut yakni; Direktur Netgrit Ferry Kurnia Rizkiansyah, dosen Departemen Ilmu Politik Pemerintahan UGM Mada Sukmajati, anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini, dan peneliti Populi Center Dimas Ramadhan.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google