Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat hadir secara virtual di acara pemberian penghargaan "Kota Mahasiswa" atau
City Of Intellectual oleh tim yang dipimpin Ketua Senat dan Gurubesar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Hafid Abbas.
"Saya saksi hidup di Jakarta Ini. Dulu waktu pindah dari Yogyakarta ke Jakarta pada (tahun) 1950. Tetapi sekarang Jakarta ini jadi amburadul," kata Megawati, Selasa (10/11).
Hal tersebut dikatakan karena hingga kini kota Jakarta belum dikatakan sebagai kota mahasiswa. Padahal, visi kota mahasiswa telah ditelurkan Presiden Pertama RI, Soekarno sejak 15 September 1953.
Selain itu, pemberi anugerah adalah Universitas Negeri Jakarta, yang mana berlokasi di Rawamangun Jakarta Timur.
"Seharusnya (Jakarta) jadi
city of intellectual bisa dilakukan. Tata kota, masterplan-nya, siapa yang buat? Tentu akademisi, insinyur, dan sebagainya," lanjut Megawati.
Di sisi lain, Mega meninggung tiga kota yang dianugerahi
city of intellectual. Ketiga kota tersebut adalah Kota Semarang yang dipimpin Walikota Hendrar Prihadi, Kota Solo yang dipimpin FX Hadi Rudyatmo, dan Kota Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini.
"Terima kasih yang jadi peringkat kesatu, kedua, dan ketiga. Semarang, Solo, Surabaya itu adalah anak-anak (kepala daerah) dari partai saya," kata Megawati sambil tersenyum.
BERITA TERKAIT: