Kemudian meningkat kembali ke angka 71 persen pada tanggal 12-15 Agustus 2020 ini.
Politisi Partai Golkar Meutya Hafid menyampaikan bahwa angka 71 persen tersebut dianggapnya cukup baik dibandingkan sebelumnya di angka 56persen.
“Kami dari wakil rakyat melihatnya bahwa angka ini adalah angka yang cukup baik, dan kemudian tidak terlalu ada yang dikhawatirkan berbeda dengan halnya gejala-gejala atau opini-opini, ini data gejala-gejala dari masyarakat,â€kata Meutya dalam acara virtual SMRC, Minggu (23/8).
“Hari ini kita lihat opini yang dicoba oleh sebagian kelompok dimunculkan bahwa pelaksanaan demokrasi di Indonesia tercoreng, pelaksanaan UUD45 juga pertlu ditegakkan kembali,†imbuhnya.
Dengan adanya survei ini, kata Meutya, harusnya menjadi pecutan bagi pemerintah dam DPR agar bekerja lebih fokus dan cekatan dalam menangkap masalah serta tidak terlalu memusingkan opini masyarakat.
“Kalau kita lihat di survei ini berarti harusnya pemerintah dan DPR bisa on the track seperti yang dilakukan saat ini dan tidak perlu terganggu dengan opini-opini yang memeriahkan, tidak apa itu bagian dari demokrasi tapi berbeda dengan apa yang dirasakan masyarakat saat ini,†tandasnya.
BERITA TERKAIT: