“Hal tersebut memberikan peluang bagi pemuda-pemuda Papua yang memiliki potensi dan peluang untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan sesuai bidang bakat yang mereka minati,†kata Direktur Public Policy Institute (PPI) Sujono HS dalam keterangannya, Minggu (16/8).
Pada dasarnya, masyarakat wilayah Papua dan Papua Barat sangat potensial dalam mendorong pengembangan perekonomia di wilayah timur. Seperti halnya yang dilakukan putra Papua yang bernama Paskalis Pigai yang memiliki bakat profesional foto dan videografer.
Paskalis berharap, pemuda asli Papua bisa mengeksplorasi bakat dan kemampuannya untuk terjun ke bidang profesional. “Lebih banyak orang berangan-angan menjadi Aparat Sipil Negara (ASN) ketimbang menjadi profesional di sini," katanya.
Keahlian Paskalis, menjadi seorang fotografer dan video membuat dirinya diperhitungakan di kelompoknya. Melalui PT Papua Project yang didirikannya, ia menjadi seorang profesional di bidang foto dan videografi. Wajar, Paskalis Pigai dipilih oleh rekan-rekannya menjadi ketua Komunitas Fotografi Manokwari.
Di sisi lain, co-founder PT Papua Muda Inspiratif ini menyoroti perekrutan ASN di Papua yang melihat masih masalah dan polemik di tengah masyarakat Papua. Pasalnya pemuda di Papua tetap berpendapat bahwa untuk ASN harus mayoritas anak asli Papua.
Padahal, menurut Paskalis, ada banyak pilihan karier lain yang dapat ditempuh selain PNS, seperti yang ditekuninya saat ini. “Saya memilih berwirausaha karena bekerja bebas, bisa buka lapangan pekerjaan untuk orang lain, dan memperoleh penghasilan yang lebih tinggi,†jelas Paskalis Pigai.
Menurut data Kementerian Keuangan, sejak awal Undang undang otonomi khusus Papua berlaku di 2022 nanti, total yang dicairkan pemerintah untuk Papua dan Papua Barat sebesar Rp 126,99 triliun. Dana otsus yang diterima oleh Papua sebesar Rp 93,05 triliun sejak 2002 dan Papua Barat sebesar Rp 33,94 triliun sejak 2009.
BERITA TERKAIT: