Dalam momen kedatangan pertama kalinya ke ibukota Soreang itu, Arif pun menjelaskan soal subtansi tahapan coklit (pencocokan dan penelitian) daftar pemilih untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Dalam kesempatan tersebut, Arif meminta petugas Coklit yakni PPDP memastikan soal pendataan nama, alamat dan NIK harus cocok termasuk ideal dari ketepatan waktu.
“Tolong pahami regulasinya. Jangan sampai data dibuat asal-asalan. Satu suara sangat berarti karena akan menentukan nasib bangsa dan kemajuan Indonesia,†terangnya.
Menurut Arif, Pilkada tahun ini hal yang berbeda dengan sebelumnya. Sebab ajang kepemiluan sekarang akan menjadi sejarah karena digelar saat pandemi Covid-19.
“Bukan sesuatu yang mudah. Karena banyak koordinasi dengan berbagai sektor, terutama dengan Tim Gugus Tugas Kesehatan dan unsur lembaga Kesehatan,†ungkapnya.
Tak hanya itu, lanjut Arif, dana yang dulu cukup oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kini ditambah dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Karena ada sarana yang harus dialokasikan untuk melengkapi Alat Pelindung Diri (APD) bagi pelaksanaan pilkada. Saya sampaikan selamat bertugas (unsur KPU),†tandasnya.
BERITA TERKAIT: