Dalam unggahan itu, Rosan menandatangani dokumen perubahan status bersama COO Danantara Dony Oskaria dan CIO Danantara Pandu Patria Sjahrir.
“Penandatangan perubahan status PT Danantara Sumberdaya Indonesia menjadi BUMN (Persero),” tulis Rosan dalam unggahan tersebut.
"Keberadaan kami ini nantinya juga justru ingin lebih menyempurnakan terutama dari distorsi data ekspor yang mungkin selama ini sudah terjadi," tambahnya.
Secara terpisah, COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan proses rekrutmen untuk mencari SDM unggul dan berkualitas.
"Ada tim kan. Jadi ada tim yang melakukan proses perekrutannya. Kan kita harus membuat ini sangat bagus kan," ujar Dony di Wisma Danantara, Jakarta.
Ia menambahkan, pihaknya membuka kesempatan bagi para profesional di berbagai sektor yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan PT DSI.
"Jadi ada tim, sumbernya bisa dari mana saja, para profesional tentunya," jelas dia.
Sebelumnya, Danantara diketahui baru membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada 18 Mei 2026 sebagai perusahaan yang akan menjadi perantara ekspor sejumlah komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan ferro alloy.
DSI nantinya akan berperan sebagai satu-satunya pintu yang menghubungkan antara perusahaan komoditas di dalam negeri dengan pembeli luar negeri.
Pembentukan BUMN ini disebut bertujuan untuk memperkuat pengawasan ekspor, mencegah praktik manipulasi seperti under invoicing dan transfer pricing, serta menekan pelarian devisa hasil ekspor (DHE).
BERITA TERKAIT: