Mayoritas partai politik berteriak dan mengkritisi adanya usulan ini. Hanya ada tiga partai politik yang menyepakati yakni PDI Perjuangan, Golkar dan juga Nasdem.
Sekretaris Partai Perindo Ahmad Rofiq menilai angka 7 persen dalam usulan parliamentary threshold akan berdampak puluhan juta suara pemilih hilang dalam Pemilu 2024.
“Yang menjadi sorotan utama Perindo adalah terkait suara rakyat akan hilang dalam puluhan juta jika PT dipaksakan terlalu tinggi, dan tidak ada kanalisasi terhadap suara rakyat yang tidak dapat mengantar parpol ke parlemen,â€ujar Ahmad Rofiq kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (7/6).
Rofiq mengusulkan agar parliamentary threshold tetap diberlakukan dan partai non-PT dapat masuk ke Senayan dengan membentuk fraksi gabungan dengan partai non-PT.
“Hal ini untuk menjamin keberlangsungan demokrasi yang sangat menghargai suara rakyat,†katanya.
Lebih lanjut, Perindo mengaku kecewa dan merasa kecolongan dengan kebaradaan PT 7 persen tersebut. Lantaran tidak adanya diskusi maupun pembahasan sebelum dimasukkan ke dalam draf RUU Pemilu.
“Ini nyata-nyata kita kecolongan. Enggak jelas kapan kajian akademisnya, kapan diskusi pendahuluan. Eh, tiba-tiba menjadi prolegnas di DPR. Prioritas lagi, kerja kilat!†tegasnya menutup.
BERITA TERKAIT: