Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan kabar baik yang harus ditindaklanjuti secara serius oleh PT PLN (Persero) serta seluruh kementerian dan lembaga terkait, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua.
“Masih banyak wilayah di Papua yang belum menikmati akses listrik yang layak, padahal daerah ini memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Ini ironi yang tidak boleh terus dibiarkan,” ujar Rivqy lewat keterangan resminya di Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menilai Papua memiliki potensi energi yang besar dan strategis, mulai dari energi air, surya, hingga sumber energi baru dan terbarukan lainnya, yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong kesejahteraan masyarakat lokal sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Namun demikian, Ketua Umum DKP Panji Bangsa itu menegaskan bahwa fokus pembangunan energi di Papua harus berjalan seiring dengan komitmen pemerataan listrik di seluruh Indonesia.
“Pengembangan energi berkelanjutan bukan hanya soal transisi energi, tetapi juga soal keadilan. Energi baru dan terbarukan adalah jalan terbaik untuk memastikan listrik hadir secara merata, dari kota besar hingga wilayah terluar,” tegasnya.
Rivqy berharap pemerintah tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi memastikan implementasi yang terukur, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat daerah.
BERITA TERKAIT: